Archive for May, 2007

03
May

Surat Terbuka untuk semesta

ini kata Ai :
> Kalo menurut gw sih maksudnya adalah "Mu" itu Tuhan gw. Trus kan gw hobi bgt sama pantai, kalo gw ke pantai gw ngerasa tinggal deket lagi sampe ke tempat Tuhan gw itu. Trus pandangan laut itu ga pernah putus, ga ada ujungnya. Jadi kalo gw bisa terbang atau jalan di atas laut or ngelewatin laut itu, berasa pengen menggapai Tuhan dengan kaki telanjang. Ga mungkin kan ke pantai pake sepatu, pasti nyeker.

ais yg religius.
hampir sama dengan kamu…
saya jg sebenernya berada disebuah pantai…
betapa feminimnya Tuhan-mu.

Tuhanku menurutku Maha Ada ; Omni Present, karena setiap ruang adalah konsekwensi sangat logis dari kehadiran dan eksistensi adanya Tuhan KU itu. oleh karena ruang adalah hasil ADA dari Tuhanku. maka Eksist-lah Ruang. namun datang sebuah pertanyaan kecil dari diriku.
bahwa Siapa yang menghadirkan Sang Maha Ada ?

sejenak aku tertegun karena aku sampai pada sebuah batas. persis seperti pantai punya km tadi.

Pasti ada yang maha Mengadakan. bahkan Sang Maha Mengadakah Maha Ada itu sendiri.

maka tentu Dia adalah Sang Maha Mengadakan ; Omni Re-present.

sederhananya mungkin begini.
Lalu Siapakah/Apakah Tuhannya Tuhan itu??

dalam fisika kita bisa temukan quark dan anti quark. persis seperti diorama tesis-anti tesis…

maka pasti ada sesuatu yang menyebabkan Segala ke-Maha ADA-an ini Ada.

dan pada titik itu aku persis sama dengan km.
merenung di sebuah pantai. Pantai Semesta. dalam pengembaraan itu aku duduk berhadap-hadapan dengan rotasi pembesaran semesta yang terus ada dan ada dalam eskalasi pembesaranannya. duduk diantara semesta/ruang dan bukan ruang. dengan keyakinan berhadap-hadapan dengan apapun yang membuatku Ada. dan yang maha mengadakan Ini (semesta).

pantai tentu diartikan sebagai penghujung. tapal batas antara tanah tempat berpijak dan air tempat segala hal untuk mengarungi.
dan pada kesempatan itu.

sama juga dengan km aku sering kali juga berenang-renang dengan berbagai gaya pemikiran untuk terus mengapung…
mencapai titik-titik terdalam dan teratas dari kemampuan utnuk terus mengarungi lautan.

ais yang feminim dalam beberapa ajaran yg Tuhannya maskulin. tentu mudah untuk seorang wanita mengalami fase orgasme spiritual. tp susahnya tentu untuk kaum pria karena orgasme spiritual tentu melahirkan anasir yang "melenceng" seperti halnya seorang Gay. alias homoseksual.
karena dia harus berguling di padang spritualismenya dengan Tuhan yang sama kelaminnya.

itu makanya gerakan kaum feminim belakangan mengganti beberapa redaksi dari beberapa kitab suci dari he menjadi she. ini mungkin akibat kesalahan teknis dari bahasa english yang banyak di anut kelompok ini.
bersyukurlah mereka yang menemuka Tuhannya tidak memiliki kelamin.

karena perasaan ruang reminim maupun ruang maskulin Tuhannya itu terasa sangat mendukung satu-sama lainnya.

oh ya.. soal pantai tadi..
km bisa nangkap kan kesamaan diantara kita??

selebihnya …aku cuma bilang.

TUHAN ; AKU BERSERAH!!!
(kayaknya menarik untuk ditaro di blogs)

dadan
Lelaki kecil dalam kurun waktu berlalu.